E.ON
![]() | |
![]() Kantor pusat E.ON di Essen, Jerman | |
Sebelumnya | E.ON AG (2000-2012) |
---|---|
Publik | |
Kode emiten | FWB: EOAN Komponen DAX |
Industri | Ketenagalistrikan |
Pendahulu | |
Didirikan | 2000 |
Kantor pusat | , Jerman |
Wilayah operasi | Eropa Amerika Serikat |
Tokoh kunci | Leonhard Birnbaum (CEO dan Chairman dewan direksi) Karl-Ludwig Kley (Chairman dewan komisaris) |
Produk | Listrik Gas alam |
Jasa | Pembangkitan dan distribusi tenaga listrik Eksplorasi, produksi, transportasi, dan distribusi gas alam |
Pendapatan | ![]() |
![]() | |
![]() | |
Total aset | ![]() |
Total ekuitas | ![]() |
Karyawan | 69.378 (2022)[1] |
Anak usaha | E.ON Ruhrgas E.ON UK E.ON Sverige |
Situs web | www |
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
E.ON SE[2] adalah sebuah perusahaan ketenagalistrikan multinasional yang berkantor pusat di Essen, Jerman. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan ketenagalistrikan swasta terbesar di dunia. Nama dari perusahaan ini berasal dari sebuah kata dalam bahasa Latin, yakni aeon, yang diturunkan dari bahasa Yunani αἰών aion, yang berarti umur atau "tidak terbatas", dengan tanda titik ditambahkan untuk menciptakan makna sekunder berupa "energi" (E) dan "penerangan" (ON).[3] Perusahaan ini adalah komponen dari indeks pasar saham Euro Stoxx 50, DAX, dan Dow Jones Global Titans 50.[4]
Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 30 negara dan memiliki lebih dari 50 juta pelanggan.[5] CEO dari perusahaan ini adalah Leonhard Birnbaum.[6] E.ON dibentuk pada tahun 2000 melalui penggabungan antara VEBA dan VIAG.
Pada tahun 2016, perusahaan ini memisahkan bisnis pembangkitan listrik konvensional dan perdagangan energinya untuk membentuk Uniper.[7] Uniper kemudian melantai di bursa saham,[8] dan perusahaan ini menjual saham Uniper yang masih mereka pegang ke Fortum.
Pada bulan Maret 2018, diumumkan bahwa E.ON akan mengakuisisi bisnis distribusi tenaga listrik dari Innogy melalui kesepakatan pertukaran aset senilai €43 miliar antara E.ON, Innogy, dan RWE.[9][10] Kesepakatan tersebut pun disetujui oleh otoritas antitrust Uni Eropa pada bulan September 2019, dan akhirnya dapat diselesaikan pada bulan Juli 2020.[11]
Pada tahun 2019, E.ON menjadi yang pertama dari "Enam Besar pemasok energi" di Britania Raya untuk mengubah pasokan listrik ke semua pelanggannya di Britania Raya menjadi berbasis energi terbarukan.[12] Namun, perusahaan ini masih memiliki PLTU di Turki.[13]
Pada tahun 2020, E.ON UK mengumumkan bahwa mereka akan mengalihkan pelanggannya ke anak usahanya yang diberi nama E.ON Next. E.ON Next juga mendapat pengalihan pelanggan dari Npower dan Powershop setelah mengakuisisi dua perusahaan tersebut.[14]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]E.ON didirikan pada tahun 2000 melalui penggabungan antara VEBA dan VIAG. Pada bulan Januari 2002, perusahaan ini mengakuisisi Powergen asal Britania Raya.[15] Pada tahun 2003, E.ON mengakuisisi Ruhrgas dengan harga €10,3 miliar.[16]
E.ON juga mengakuisisi Sydkraft asal Swedia[17] dan OGK-4 asal Rusia. Sydkraft, Powergen, dan OGK-4 kemudian diubah namanya masing-masing menjadi E.ON Sverige, E.ON UK, E.ON Russia. Di Amerika Serikat, E.ON mewarisi LG&E Energy, melalui akuisisi terhadap Powergen, yang kemudian diubah namanya menjadi E.ON US, hingga tahun 2010, saat E.ON US dijual ke PPL Corporation dengan harga $7,625 miliar. Penjualan tersebut pun dapat diselesaikan pada tanggal 1 November 2010, dengan nama E.ON US diubah menjadi LG&E and KU Energy.[18]
Pada tahun 2006, E.ON berupaya mengakuisisi Endesa, tetapi akhirnya dikalahkan oleh Enel dan Acciona. E.ON kemudian mengakuisisi aset milik Enel senilai €10 miliar yang diwajibkan dijual oleh Komisi Kompetisi Eropa.[19]
Pada bulan Juli 2009, Komisi Eropa mendenda GDF Suez dan E.ON masing-masing sebesar €553 juta atas pengaturan pada jalur pipa MEGAL.[20][21] Denda tersebut merupakan denda terbesar kedua dalam sejarah Komisi Eropa.[20][22] Pada tahun 1975, Ruhrgas dan GDF meneken sebuah kesepakatan untuk tidak menjual gas di negara asalnya masing-masing. Namun, kesepakatan tersebut dihentikan pada tahun 2005.[20]
Pada tahun 2009, E.ON dan RWE mendirikan Horizon Nuclear Power untuk mengembangkan PLTN dengan total kapasitas terpasang sekitar 6.000 MWe di Britania Raya hingga tahun 2025. Namun, pada bulan Maret 2012, E.ON dan RWE mengumumkan pembatalan pengembangan tersebut, karena kondisi keuangan yang sulit.[23]
Pada bulan Agustus 2011, perusahaan ini mengumumkan potensi pemberhentian terhadap 10.000 dari 85.600 orang pegawainya, karena pemerintah Jerman memutuskan untuk menutup semua PLTN di Jerman paling lambat tahun 2022, bukannya tahun 2036 sebagaimana yang diputuskan oleh Bundestag pada tanggal 28 Oktober 2010.[24][25]
Pada bulan Mei 2014, Office of Gas and Electricity Markets (Ofgem) memerintahkan perusahaan ini untuk membayar 330.000 pelanggannya sebesar £12 juta, karena telah melakukan praktek penjualan yang buruk mulai bulan Juni 2010 hingga Desember 2013.[26]
Pada bulan November 2014, E.ON mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menyediakan energi fosil di masa mendatang.[27] Perusahaan ini kemudian memisahkan bisnis energi fosilnya ke Uniper yang mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 2016.[28][29] Pada bulan September 2016, E.ON melepas 53% saham Uniper melalui penawaran umum perdana di Frankfurt Stock Exchange.[8] Pada tahun 2017, perusahaan ini menjual sisa saham Uniper yang masih mereka pegang ke Fortum asal Finlandia.[9] Penjualan tersebut pun dapat diselesaikan pada bulan Juni 2018.[30] Namun, E.ON masih memiliki PLTU di Turki,[13] karena memegang 50% saham Enerjisa.[31]
Pada bulan Juli 2018, E.ON mengumumkan bahwa 500 orang pegawainya di Britania Raya akan diberhentikan, karena adanya pembatasan harga listrik yang akan diterapkan oleh Ofgem.[32]
Pada bulan November 2020, E.ON mengumumkan bahwa dalam waktu dua tahun ke depan, hampir 700 orang pegawainya akan diberhentikan, karena adanya pengalihan pelanggan ke E.ON Next.[33]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b c d e f "Annual Report 2022" (PDF).
- ^ "Structure". Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 November 2012. Diakses tanggal 20 November 2012.
- ^ "Questions and Answers about E.ON Group – What does E.ON mean?". Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 January 2012. Diakses tanggal 22 December 2011.
- ^ "#NAME# Liste – #NAME# Werte – boerse-frankfurt.de". Boerse-frankfurt.de. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 November 2015. Diakses tanggal 3 February 2016.
- ^ "The E.ON Group: a unique company". Diakses tanggal 20 March 2023.
- ^ "Members of the Board Management & Supervisory Board". Eon.com. Diakses tanggal 8 April 2021.
- ^ "E.ON ditches nuclear spin-off plan". DW. 10 September 2016. Diakses tanggal 16 November 2016.
- ^ a b "Uniper shares get off to volatile market debut". Deutsche Welle. 12 September 2016. Diakses tanggal 16 November 2016.
- ^ a b Massoudi, Arash; Buck, Tobias (11 March 2018). "Eon to acquire Innogy in €43bn deal with RWE". Financial Times. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 11 December 2022. Diakses tanggal 11 March 2018.
- ^ Henning, Eyk; Kirchfeld, Aaron; Nair, Dinesh; Baigorri, Manuel (11 March 2018). "EON to Acquire RWE's Innogy, Transforming German Energy Industry". Bloomberg. Diakses tanggal 16 September 2018.
- ^ "E.ON to tackle Npower after EU clears Innogy takeover". Reuters (dalam bahasa Inggris). 17 September 2019. Diakses tanggal 25 November 2019.
- ^ Hodges, Jeremy (9 July 2019). "EON Switches All U.K. Customers to 100% Renewable Power" (dalam bahasa Inggris). Bloomberg. Diakses tanggal 9 July 2019.
- ^ a b "Facts & Figures" (PDF). 2021.
- ^ "StackPath". www.choose.co.uk. Diakses tanggal 1 June 2021.
- ^ "WORLD BUSINESS BRIEFING – EUROPE – E.ON TO BUY POWERGEN – NYTimes.com". Query.nytimes.com. 10 April 2001. Diakses tanggal 3 February 2016.
- ^ Pohl, Otto (6 July 2002). "INTERNATIONAL BUSINESS; E.ON, German Energy Giant, to Acquire Big Gas Distributor". The New York Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 25 November 2019.
- ^ "E.ON granted EU approval for Swedish utility acquisition". Power Engineering International (dalam bahasa Inggris). 11 April 2001. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 January 2021. Diakses tanggal 25 November 2019.
- ^ "PPL Completes Acquisition of Two Kentucky Utility Companies". Pplwediaroom.com. Diakses tanggal 3 February 2016.
- ^ Mark Milner (3 April 2007). "Eon drops out of Endesa fight". The Guardian.
- ^ a b c Nikki Tait (8 July 2009). "Brussels fines GDF and Eon €1.1bn". Financial Times. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 11 December 2022. Diakses tanggal 8 July 2009.
- ^ Rujukan kosong (bantuan)
- ^ Ian Traynor (8 July 2009). "Brussels levies €1.1bn fine on gas pact pair". The Guardian. Diakses tanggal 8 July 2009.
- ^ "RWE, EOn pull plug on UK nuclear plans". World Nuclear News. 29 March 2012. Diakses tanggal 7 April 2012.
- ^ "Eon may detail job cuts". Financial Times. 7 August 2011. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 11 December 2022. Diakses tanggal 8 August 2011.
- ^ Bundestag: „Laufzeitverlängerung von Atomkraftwerken zugestimmt" Diarsipkan 28 February 2014 di Wayback Machine..
- ^ "E.On to reimburse 12mn pounds to customers for mis-selling power". The UK News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 May 2014. Diakses tanggal 17 May 2014.
- ^ Berlin, Markus Balser. "Energiekonzern: Eon gibt Atomenergie, Kohle und Gas auf". sueddeutsche.de (dalam bahasa Jerman). ISSN 0174-4917. Diakses tanggal 28 December 2016.
- ^ "Eon zieht nach Essen – Neue Gesellschaft heißt Uniper". Die Welt. 27 April 2015. Diakses tanggal 28 April 2015.
- ^ mm-newsdesk (27 April 2015). "Eons Kernspaltung – mit "Uniper" soll alles besser werden". Diakses tanggal 28 April 2015.
- ^ "Uniper remains independent for now despite Fortum push: CEO". Reuters (dalam bahasa Inggris). 11 October 2019. Diakses tanggal 28 November 2019.
- ^ "Shareholders | Enerjisa". www.enerjisa.com.tr. Diakses tanggal 2024-03-18.
- ^ "E.ON to cut 500 UK jobs as it prepares for energy price cap". 1 August 2018. Diakses tanggal 5 December 2018.
- ^ "E.On to cut almost 700 jobs in next two years". The Independent (dalam bahasa Inggris). 19 November 2020. Diakses tanggal 23 November 2020.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]Media tentang E.ON di Wikimedia Commons
- Situs web resmi